WELCOME TO MY BLOG

Saturday, April 19, 2014

Manusia dan Pandangan Hidup

A. PENGERTIAN PANDANGAN HIDUP


Setiap manusia mempunyai pandangan hidup. Pandangan hidup itu bersifat kodrati, Karena itu ia menentukan masa depan seseorang. Untuk itu perlu dijelaskan pula apa arti pandangan hidup. Pandangan hidup artinya pendapat atau pertimbangan yang dijadikan pegangan, pedoman, arahan,, petunjuk hidup di dunia. Pendapat atau pertimbangan itu merupakan hasil pemikiran manusia berdasarkan pengalaman sejarah menurut waktu dan tempat hidupnya.

Pandangan hidup banyak sekali macamnya dan ragamnya, akan tetapi
pandangan hidup dapat diklasifikasikan berdasarkan asalnya yaitu terdiri dari 3
macam :

1. Pandangan hidup yang berasal dari agama yaitu pandangan yang mutlak
   kebenarannya

2. Pandangan hidup yang berupa idiologi yang disesuaikan dengan kebudayaan
    dan norma yang terdapat pada negara tersebut

3. Pandangan hidup hasil renungan yaitu pandangan hidup yang relatif
   kebenarannya

Pandangan hidup pada dasarnya mempunyai unsur-unsur yaitu ;
∗ Cita-cita
∗ Kebajikan
∗ Usaha
∗ Keyakinan / kepercayaan

Keempat unsur ini merupakan satu rangkaian kesatuan yang tidak terpisahkan .cita-cita aialah apa yang diinginkan yang mungkin dapat dicapai dengan usahaatau perjuangan. Tujuan yang hendak dicapai ialah kebajikan, yaitu segala hal yang baik yang membuat manusia makmur, bahagia, damai, tenteram. Usaha
atau perjuangan adalah kerja keras yang dilandasi keyakinan/kepercayaan.Keyakinan/kepercayaan diukur dengan kemampuan akal, kemampuan jasmani,dan kepercayaan kepada Tuhan.


B. CITA-CITA

Menurut kamus umum Bahasa Indonesia, yang disebut cita-cita adalah keinginan, harapan, tujuan yang selalu ada dalam pikiran. Baik keinginan,harapan, maupun tujuan merupakan apa yang mau diperoleh seseorang padamasa mendatang. Dengan demikian cita-cita merupakan semacam garis linier yang makin lama makin tinggi, cita-cita merupakan keinginan, harapan, dan tujuan manusia yang makin tinggi tingkatannya.

Dapatkah seseorang mencapai apa yang dicita-citakan, hal ini tergantung dari tiga faktor ;
1. Manusianya, yaitu yang memiliki cita-cita
2. Kondisi yang dihadapi selama mencapai apa yang dicita-citakan
3. Seberapa tinggikah cita-cita yang hendak dicapai

C. KEBAJIKAN

Kebajikan atau kebaikan atau perbuatan yang mendatangkan kebaikan pada hakekatnya sama dengan moral, perbuatan yang sesuai dengan norma-norma agama, dan etika. Manusia berbuat baik, karena menurut kodratnya manusia itu baik, makhluk bermoral. Atas dorongan suara hatinya manusia cenderung berbuat baik.Manusia adalah seorang pribadi yang utuh yang terdiri atas jiwa dan badan. Kedua unsur terpisah bila manusia meninggal. Karena merupakan pribadi, manusia mempunyai pendapat sendiri, ia mencintai diri sendiri, seringkali manusia tidak mengenal kebajikan.Manusia merupakan makhluk sosial : manusia hidup bermasyarakat, manusia saling membutuhkan, saling menolong, saling menghargai sesama anggota masyarakat. Sebaliknya pula saling mencurigai, saling membenci, saling merugikan dan sebagainya.

Untuk melihat apa itu kebajikan, kita harus melihat dari tiga segi yaitu ;
∗ Manusia sebagai makhluk pribadi
∗ Manusia sebagai anggota masyarakat
∗ Manusia sebagai makhluk Tuhan

Faktor-faktor yang menentukan tingkah laku setiap orang ada tiga hal :
  • Faktor pembawaan (heriditas) yang telah ditentukan pada waktu seseorang masih dalamkandungan.   Pembawaan merupakan hal yang diturunkan oleh orang tua.
  •  Faktor lingkungan (environment), lingkungan yang membentuk seseorang merupakan alam kedua yang  terjadinya setelah seorang anak lahir (masa pembentukan seseorang waktu masih dalam kandungan merupakan alam pertama). Lingkungan membentuk jiwa seseorang meliputi lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.
  • Faktor pengalaman yang khas yang pernah diperoleh, Baik pengalaman pahit yang sifatnya negatif, maupun pengalaman manis yang sifatnya positif,memberikan pada manusia bekal yang selalu dipergunakan sebagai pertimbangan sebelum seseorang mengambil tindakan


D. USAHA / PERJUANGAN

Usaha/perjuangan adalah kerja keras untuk mewujudkan cita-cita. Setiap manusia harus kerja keras untuk kelanjutan hidupnya. Sebagian hidup manusia adalah usaha / perjuangan untuk hidup, dan ini sudah kodrat manusia. Tanpa usaha / perjuangan, manusia tidak dapat hidup sempurna. Apabila manusia bercita-cita menjadi kaya, ia harus kerja keras.

Kerja keras itu dapat dilakuan dengan otak / ilmu maupun dengan tenaga/ jasmani, atau kedua-duanya.Kerja keras pada dasarnya menghargai dan meningkatkan harkat dan martabat manusia. Sebaliknya pemalas membuat manusia miskin, melarat, dan berarti menjatuhkan harkat dan martabatnya sendiri.



E. KEYAKINAN / KEPERCAYAAN

Keyakinan/kepercayaan yang menjadi dasar pandangan hidup berasal dari kata akal atau kekuasaan Tuhan. Menurut Prof. Dr. Harun Nasution, ada tiga aliran filsafat yaitu ;
∗ Aliran naturalisme
∗ Aliran intelektualisme
∗ Aliran gabungan

a. Aliran Naturalisme

Aliran naturalisme berintikan spekulasi, mungkin ada Tuhan mungkin juga tidak ada Tuhan. Lalu mana yang benar, yang benar adalah keyakinan. Jika kita yakin Tuhan itu ada maka kita katakan Tuhan ada. Bagi yang tidak yakin, dikatakan Tuhan tidak ada yang ada hanya natur.
Bagi yang percaya Tuhan, Tuhan itulah kekuasaan tertinggi, manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan, karana itu manusia mengabdi kepada Tuhan berdasarkan ajaran-ajaran Tuhan yaitu agama.
Ajaran agama ada dua macam yaitu :

  • Ajaran agama dogmatis, yang disampaikan oleh Tuhan melalui nabi-nabi. Ajaran agama yang dogmatis bersifat mutlak (absolut), terdapat dalam kitab suci Al-Quran dan Hadist. Sifatnya tetap, tidak berubah-ubah

  • Ajaran agama dari pemuka-pemuka agama yaitu sebagai hasil pemikiran manusia, sifatnya relatif (terbatas). Ajaran agama dari pemuka-pemuka agama termasuk kebudayaaan terdapat dalam buku-buku agama yang ditulis oleh pemuka-pemuka agama, Sifatnya dapat berubah-ubah sesuai dengan perkembangan jaman

b. Aliran Intelektualisme

Dasar aliran ini logika / akal. Manusia mengutamakan akal, dengan akal manusia berpikir, mana yang benar menurut akal itulah yang baik, walaupun bertentangan dengan kekuatan hati nurani. Manusia yakin bahwa dengan kekuatan pikir (akal) kebajikan itu dapat dicapai dengan sukses. Dengan akal diciptakan teknologi. Teknologi adalah alat bantu mencapai kebajikan yang maksimal, walaupun mungkin teknologi memberi akibat yang bertentangan dengan hati nurani.
Akal berasal dari bahasa Arab, artinya kalbu, yang berpusat di hati, sehingga timbul istilah “hati nurani”, artinya daya rasa. Di barat hati nurani ini menipis, justru yang menonjol adalah akal yaitu logika berpikir.

c. Aliran Gabungan

Dasar aliran ini ialah kekuatan gaib dan juga akal, kekuatan gaib artinya kekuatan yang berasal dari Tuhan, percaya adanya Tuhan sebagai dasar keyakinan. Sedangkan akal adalah dasar kebudayaan, yang menentukan benar tidaknya sesuatu. Segala sesuatu dunilai dengan akal, baik sebagai logika berpikir maupun sebagai rasa (hati nurani). Jadi apa yang benar menurut logika berpikir juga dapat diterima oleh hati nurani.


F. LANGKAH-LANGKAH BERPANDANGAN HIDUP YANG BAIK

1. Mengenal
2. Mengerti
3. Menghayati
4. Meyakini
5. Mengabdi 
6.Mengamankan


kesimpulan : dapat disimpulkan setiap manusia memiliki pandangan hidup masing-masing sesuai dengan agama , ideologi dan lingkungan hidup mereka masing-masing

Daftar Pustaka  :

http://ocw.gunadarma.ac.id/course/psychology/study-program-of-psychology-s1/ilmu-budaya-dasar/manusia-dan-pandangan-hidup

http://wahyuprakosa.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/26649/bab8-manusia_dan_pandangan_hidup.pdf


NAMA : ABDURRAHIM YUSUF

KELAS : 1IA20
NPM     : 50413045


Friday, March 28, 2014

Manusia Dan Penderitaan

NAMA : ABDURRAHIM YUSUF

KELAS : 1IA20

NPM : 50413045


PENGERTIAN PENDERITAAN

A. PENGERTIAN PENDERITAAN


Penderitaan berasal dari kata derita. Kata derita berasal dari bahasa sansekerta dhra artinya menahan atau menanggung. Derita artinya menanggung atau merasakan susuatu yang tidak menyenangkan. Penderitaan dapat lahir atau batin atau lahir batin. Penderitaan bertingkat-tingkat ada yang berat ada yang ringan, namun peranan individu juga menentukan barat tidaknya intensitas penderitaan. Suatu peristiwa yang dianggap penderitaan oleh seseorang belum tentu merupakan penderitaan bagi orang lain. Dapat pula suatu penderitaan merupakan energi untuk bangkit bagi seseorang atau sebagai langkah awal untuk mencapai kenikmatan dan kebahagiaan.


B. SIKSAAN 

Siksaan dapat diartikan sebagai siksaan badan atau jasmani, dan dapat juga berupa siksaan jiwa atau rokhani. Akibat siksaan yang dialami seseorang, timbullah penderitaan. Dengan siksaan-siksaan itu Allah akan menganiaya mereka, namun mereka jualah yang menganiaya diri sendiri, karena dosa-dosanya. Siksaan yang dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari banyak terjadi dan banyak dibaca diberbagai media massa Siksaan yang sifatnya Psikis misalnya kebimbangan, kesepian dan ketakutan. Kebimbangan dialami oleh seseorang bila ia pada suatu saat tidak dapat menentukan pilihan mana yang akan diambil Ketakutan merupakan bentuk lain yang dapat menyebabkan seseorang mengalami siksaan batin. Bila rasa takut itu dibesar-besarkan yang tidak pada tempatnya, maka disebut sebagai phobia. Pada umumnya orang memiliki satu atau lebih phobia ringan seperti takut pada tikus, ular, serangga dan lain sebagainya. Tetapi pada sementaraorang ketakutan itu sedemikian hebatnya sehingga sangat mengganggu. Seperti pada kesepian, ketakutan dapat juga timbul atau dialami seseorang walaupun lingkungannya ramai, sebab ketakutan merupakan hal yang sifatnya psikis. Banyak sebab yang menjadikan seseorang merasa ketakutan, 

antara lain : 


  • Claustrophobia dan Agoraphobia. 
  • Claustrophobia adalah rasa takut terhadap ruangan tertutup, sedangkan Agoraphobia adalah rasa takut yang disebabkan seseorang berada di tempat terbuka 
  • Gamang merupakan ketakutan bila seseorang di tampat yang tinggi. Hal itu disebabkan karena ia takut akibat berada di tempat yang yang tinggi, misalnya seseoarang harus melewati jermbatan yang sempit, sedangkan dibawahnya air yang mengalir, atau seseoprang takut meniti dinding tembok dibawahnya. 
  • Kegelapan merupakan suatu ketakutan seseorang bila ia berada di tempat yang gelap. Sebab dalam pikirannya dalam kegelapan demikian akan muncul sesuatu yang ditakuti, misalnya setan, pencuri, orang yang demikian menghendaki agar ruangan tempat tidur selalu dinyalakan lampu yang terang . 
  • Kesakitan merupakan ketakutan yang disebabkan oleh rasa sakit yang akan dialami seseoarng yang takut diinjeksi, ia sudah berteriak-teriak sebelum jarum injeksi ditusukkan kedalam tubuhnya,Hal itu disebabkan karena dalam pikirannya semuanya akan menimbulkan kesakitan 
  • Kegagalan merupakan dari seseorang disebabkan karena merasa bahwa apa yang akan dijalankan mengalami kegagalan. Seseorang yang patah hati tidak mudah untuk bercinta lagi, karena takut dalam percintaan berikutnya juga akan terjadi kegagalan, trauma yang pernah dialaminya telah menjadikan dirinya ketakutan kalau sampai terulang lagi. 
C. KEKALUTAN MENTAL 

Penderita kekalutan mental dalam ilmu psikologi dikenal sebagai kekalutan mental, secara lebih sederhana kekalutan mental dapat dirumuskan sebagai gangguan kejiwaan akibat ketidak mampuan seseorang menghadapi persoalan yang harus diatasi sehingga yang bersangkutan bertingkah secara kurang wajar. 

Gejala-gejala permulaan bagi seseorang yang mengalami kekalutan mental 

adalah: 


  • . Nampak pada jasmani yang sering merasakan pusing, sesak napas, demam, nyeri pada lambung 
  • . Nampak pada kejiwaannya dengan rasa cemas, ketakutan, patah hati, apatis, cemburu, mudah marah.
Tahap-tahap gangguan kejiwaan adalah : 

  • Gangguan kejiwaan nampak dalam gejala-gejala kehidupan si penderita baik jasmani maupun rokhaninya 
  • Usaha mempertahankan diri dengan cara negatif, yaitu mundur atau lari, sehingga cara bertahan dirinya salah, pada orang yang tidak menderita gangguan kejiwaan bila menghadapi persoalan justru cepat memecahkan problemnya, sehingga tidak menekan perasaannya. Jadi bukan melarikan diri dari persoalan, tetapi melawan atau memecahkan persoalan 
  • Kekalutan merupakan titik patah (mental breakdown) dan yang bersangkutan mengalami gangguan 
Sebab-sebab kekalutan mental, dapat banyak disebutkan antara lain sebagai 

berikut : 

  •  Kepribadian yang lemah, akibat kondisi jasmani atau mental yang kurang sempurna, hal-hal tersebut sering menyebabkan yang bersangkutan merasa rendah diri yang secara berangsur-angsur akan menyudutkan kedudukannya dan manghancurkan mentalnya
. 

  • Terjadinya konflik sosial budaya, akibat norma berbeda antara yang bersangkutan dengan apa yang ada dalam masyarakat, sehingga ia tidak dapat menyesuaikan diri lagi, misalnya; orang pedesaan yang berat menyesuiakan diri dengan kehidupan kota, orang tua yang telah mapan sulit menerima keadaan baru yang jauh berbeda dari masa jayanya dulu. 

  • Cara pematangan batin, yang salah dengan memberikan reaksi yang berlebihan terhadap kehidupan sosial; over acting sebagai overcompensatie 
Proses- proses kekalutan mental yang dialami oleh seseorang mendorong 

ke arah : 

  • Positif : trauma (luka jiwa) yang dialami dijawab secara baik sebagai usaha agar tetap survive dalam hidup, misalnya melakukan sholat tahajud waktu malam hari untuk memperoleh ketenangan dan mencari jalan keluar untuk mengatasi kesulitan yang dihadapinya, ataupun melakukan kegiatan yang posif.

  • Negatif : trauma yang dialami diperlarutkan atau diperturutkan, sehingga yang bersangkutan mengalami frustasi, yaitu tekanan batin akibat tidak tercapainya apa yang diinginkan. 
BENTUK FRUSTASI ANTARA LAIN : 

1. Agresi berupa kemarahan yang meluap-luap akibat emosi yang tidak terkendali dan secara fisik berakibat mudah terjadinya hypertensi (tekanan darah tinggi) atau tindakan sadis yang dapat membahayakan orang    sekitarnya.


2. Regresi adalah kembali pada pola reaksi yang primitif atau kekanak-kanakan (infantil), misalnya dengan menjerit-jerit, menangis sampai meraung-raung, memecah barang-barang

3. Fiksasi adalah peletakan atau pembatasan pada suatu pola yang sama (tetap), misalnya dengan membisu, memukul-mukul dada sendiri, membentur-benturkan kepala pada benda keras.


4. Proyeksi merupakan usaha melempar atau memproyeksikan kelemahan dan sikap-sikap sendiri yang negatif pada orang lain, kata pepatah; awak yang tidak pandai menari,dikatakan lantai yang berjungkit

5. Identifikasi adalah menyamakan diri dengan seseorang yang sukses dalam imaginasinya, misalanya dalam kecantikan yang bersangkutan menyamakan diri dengan bintang film, dalam soal harta kekayaaan dengan   pengusaha kaya yang sukses

6. Narsisme adalah self love yang berlebihan, sehingga yang bersangkutan merasa dirinya superior dari pada   orang lain

7. Autisme adalah gejala menutup diri secara diri secara total dari dunia riil, tidak mau berkomunikasi dengan  orang lain, ia puas dengan fantasinya sendiri yang dapat menjurus ke sifat yang sinting.


PENDERITA KEKALUTAN MENTAL BANYAK TERDAPAT DALAM LINGKUNGAN SEPERTI :

1. Kota-kota besar yang banyak memberi tantangan-tantangan hidup yang berat sehingga oarang merasa dikejar-kejar dalam memenuhi kebutuhan hidupnya,sebagaian orang tidak mau tahu terhadap penderitaan  orang lain, akibat egoisme sebagai ciri masyarakat kota.


2. Anak-anak muda usia yang tidak berhasil dalam mencapai apa yang dikehendaki atau diidam-idamkan karena tidak berimbangnya kemampuan dengan tujuannya, sehingga pada orang-orang usia tuapun sering mengalami penderitaan dalam kenyataan hidupnya akibat norma lama yang dipegang teguh sudah tidak  sesuai dengan norma baru yang berlaku.


3. Wanita pada umumnya lebih mudah merasakan suatu masalah yang dibawanya kedalam hati atau    perasaannya, tetapi sulit mengelurkan perasaannya tersebut, sementara itu mereka memiliki kondisi tubuh yang lebih lemah, sehingga kaum wanitalah yang banyak menjadi penderita penderita psikosomatisme(penyakit akibat gangguan kejiwaan) dari pada kaum pria.

4.Orang yang tidak beragama tidak memiliki keyakinan, bahwa diatas dirinya ada kekuasaan yang lebih tinggi sehingga sifat pasrah umumnya tidak dikenalnya, dalam keadaan yang sulit orang yang demikian ini mudah sekali mengalami penderitaan


5. Orang yang terlalu mengejar materi seperti pedagang dan pengusaha memiliki sifat dalam memperoleh  tujuan kegiatannya, yaitu mencari keuntungan sebanyak mungkin, mereka adalah kaum materialis dan mengabaikan masalah spritual yang justru membuat seseorang pasrah pada saat-saat tertentu


D. PENDERITAAN DAN PERJUANGAN

Penderitaan dikatakan sebagai kodrat manusia, artinya sudah menjadi konsekwensi manusia hidup, bahwa manusia hidup ditakdirkan bukan hanya untuk bahagia, melainkan juga menderita. Karena itu manusia hidup tidak boleh pesimis, yang menganggap hidup sebagai rangkaian penderitaan. Manusia harus optimis ia harus berusaha mengatasi kesulitan hidup.

Pembebasan dari penderitaan pada hakekatnya meneruskan kelangsungan hidup. Caranya ialah berjuang menghadapi tantangan hidup dalam alam lingkungan, masyarakat sekitar, dengan waspada, dan disertai doa kepada Tuhan supaya terhindar dari bahaya


E. PENDERITAAN, MEDIA MASA DAN SENIMAN


Dalam dunia modern sekarang ini kemungkinan terjadi penderitaan itu lebih besar. Hal ini telah dibuktikan oleh kemajuan teknologi dan sebagainya  menejahterakan manusia dan sebagaian lainnya membuat manusia. Penciptaan bom atom, reaktor nuklir, pabrik senjata, peluru kendali, pabrik bahan kimia merupakan sumber peluang terjadinya penderitaan manusia. Hal ini sudah terjadi seperti bom atom di Hirosyima dan Nagasaki, kebocoran reaktor nuklir di Unisovyet, kebocoran gas beracun di India. Penggunaan peluru kendali dalam perang Irak.
Beberapa sebab lain yang menimbulkan penderitaan manusia ialah kecelakaan, bencana alam, bencana perang dan lain-lain. Contohnya ialah tenggelamnya kapal Tampomas Dua di perairan Masalembo, jatuhnya pesawat hercules yang mengangkut para perwira muda di Condet, meletusnya gunung Galunggung, perang Irak dan Iran.
Media masa merupakan alat yang paling tepat untuk mengkomunikasikan peristiwa-peristiwa penderitaan manusia secara cepat kepada masyarakat. Dengan demikian masyarakat dapat segera menilai untuk menentukan sikap antara sesama manusia terutama bagi yang merasa simpati. Tetapi tidak kalah pentingnya komunikasi yang dilakukan para seniman melalui karya seni, sehingga para pembaca, penontonnya dapat menghayati penderitaan sekaligus keindahan karya seni. Sebagai contoh bagaimana penderitaan anak yang bernama Arie Hanggara yang mati akibat siksaan orang tuanya sendiri yang difilmkan dengan judul Arie Hanggara.

F. PENDERITAAN DAN SEBAB-SEBABNYA
Apabila kita kelompokkan secara sederhana berdasarkan sebab-sebab timbulnya penderitaan, maka penderitaan dapat diperinci sebagai berikut :
a. Penderitaan yang timbul karena perbuatan manusia
b. Penderitaan yang timbul karena penyakit, siksaan / azab Tuhan


G. PENGARUH PENDERITAAN

Orang yang mengalami penderitaan mungkin akan memperoleh pengaruh bermacam-macam dan sikap dalam dirinya. Sikap dalam dirinya. Sikap yang timbul dapat berupa sikap positif ataupun sikap negatif. Sikap negatif misalnya penyesalan karena tidak bahagia, sikap kecewa, putus asa, ingin bunuh diri, Siakp ini diungkapkan dalam peribahasa "Sesal dahulu pendapatan, sesal kemudian tak berguna" ,"nasib sudah menjadi bubur". Kelanjutan dari sikap negatif ini dapat timbul sikap anti, misalnya anti kawin atau tidak mau kawin, tidak punya gairah hidup.

Sikap positif yaitu sikap optimis mengatasi penderitaan hidup, bahwa hidup bukan rangkaian penderitaan, melainkan perjuangan membebaskan diri dari penderitaan, dan penderitaan itu adalah hanya bagian dari kehidupan. Sikap positif biasanya kreatif, tidak mudah menyerah, bahkan mungkin timbul sikap keras atau sikap anti, misalnya anti kawin paksa, ia berjuang menentang kawin paksa, anti ibu tiri,ia berjuang menentang kekerasan dan lain-lainnya

Apabila sikap negatif dan positif ini dikomunikasikan oleh para seniman kepada para pembaca, penonton, maka para pembaca, para penonton akan memberikan penilainnya. Penilaian itu dapat berupa kemauan untuk mengadakan perubahan nilai-nilai kehidupan dalam masyarakat dengan tujuan perbaikan keadaan. Keadaan yang sudah tidak sesuai ditinggalkan dan diganti dengan keadaan yang lebih sesuai, keadaan yang berupa hambatan harus disingkirkan.




KESIMPULAN 
Dapat disimpulkan bahwa pemderitaan termasuk ke dalam realitas manusia pernah mengalami suatu penderitaan baik batin maupun fisik .

Daftar Pustaka :

http://ocw.gunadarma.ac.id/course/economics/management-s1/ilmu-budaya-dasar/manusia-dan-penderitaan

tp://wahyuprakosa.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/26646/bab6-manusia_dan_penderitaan.pdf






Manusia dan Cinta Kasih

NAMA : ABDURRAHIM YUSUF

KELAS : 1IA20

NPM : 50413045


CINTA 

Cinta adalah sebuah emosi dari kasih sayang  yang kuat dan ketertarikan pribadi. Dalam konteks filosofi cinta merupakan sifat baik yang mewarisi semua kebaikan, perasaan belas kasih dan kasih sayang. Pendapat lainnya, cinta adalah sebuah aksi/kegiatan aktif yang dilakukan manusia terhadap objek lain, berupa pengorbanan diri, empati, perhatian, kasih sayang, membantu, menuruti perkataan, mengikuti, patuh, dan mau melakukan apa pun yang diinginkan objek tersebut.

A. PENGERTIAN CINTA KASIH 

Menurut kamus umum bahasa Indonesia karya W.J.S Poerwa Darminta, cinta adalah rasa sangat suka (kepada) atau (rasa) sayang (kepada), ataupun (rasa) sangat kasih atau sangat tertarik hatinya. Sedangkan kata kasih artinya perasaan sayang atau cinta kepada atau menaruh belas kasihan, dengan demikian arti cinta dan kasih hampir bersamaan, sehingga kata kasih memperkuat rasa cinta. Karena itu cinta kasih dapat diartikan sebagai perasaan suka (sayang) kepada seseorang yang disertai dengan menaruh belas kasih.Dalam bukunya seni mencinta, Erich Fromm menyebutkan, bahwa cinta itu terutama memberi, bukan menerima. Dan memberi merupakan ungkapan yang paling tinggi dari kemapuan.Cinta selalu menyatakan unsur-unsur 
dasar tertentu, yaitu :


  1. pengasuhan,
  1.  tanggung jawab, 
  1. perhatian 
  1. pengenalan


Pengertian tentang cinta dikemukakan juga oleh Dr. Sarlito W. Sarwono, dikatakan bahwa cinta memiliki tiga unsur yaitu: 
  1. keterikatan. 
  1. Keintiman, 
  1. kemesraan
keterikatan adalah adanya perasaan untuk hanya bersama dia, segala prioritas untuk dia, tidak mau pergi dengan orang lain kecuali dengan dia, kalau janji dengan dia harus ditepati.

keintiman yaitu adanya kebiasaan-kebiasaan dan tingkah laku yang menunjukan bahwa antara anda dengan dia sudah tidak ada jarak lagi. 

kemesraan yaitu adanya rasa ingin dibelai dan membelai dan timbulnya rasa kangen 

pengertian cinta yang dikemukakan oleh Dr. Abdullah Nasih Ulwan, dalam bukunya manajemen cinta. Cinta adalah perasaan jiwa dan gejolak hati yang mendorong seseorang untuk mencintai kekasihnya dengan penuh gairah, lembut, dan kasih sayang.

Cinta tingkat tertinggi adalah cinta kepada Allah, Rasulullah, dan berjihad dijalan Allah. Cinta tingkat menengah adalah cinta kepada orang tua, anak, saudara, suami / istri dan kerabat. Cinta tingkat terendah adalah cinta yang lebih mengutamakan cinta keluarga, kerabat, harta, dan tempat tinggal. 

B. CINTA MENURUT AJARAN AGAMA 

Ada yang berpendapat bahwa etika cinta dapat dipahami dengan mudah tanpa dikaitkan dengan agama.Tetapi dalam kenyataan hidup manusia masih mendambakan tegaknya cinta dalam kehidupan ini. Disatu pihak, cinta didengungkan lewat lagu dan organisasi perdamaian dunia, tetapi di pihak lain dalam praktek kehidupan cinta sebagai dasar kehidupan jauh dari kenyataan, atas dasar ini agama memberikan ajaran cinta kepada manusiaDalam kehidupan manusia, cinta menampakan diri dalam berbagai bentuk kadang-kadang seseorang mencintai dirinya sendiri, kadang-kadang mencintai orang lain atau juga istri dan anaknya, hartanya, atau Allah dan Rasulnya,berbagai bentuk cinta ini bisa kita dapatkan dalam kitab suci Al-Qur`an.

CINTA DIRI 

Cinta ini erat kaitannya dengan dorongan menjaga diri, manusia senang untuk tetap hidup, mengembangkan potensi dirinya, dan mengaktualisasikan diri. Ia mencintai segala sesuatu yang mendatangkan kebaikan pada dirinya. Sebaliknya ia akan membenci segala sesuatu yang menghalanginya untuk hidup, berkembang dan mengaktualisasikan diri, Ia juga \membenci segala sesuatu yang mendatangkan rasa sakit, penyakit, dan mara bahayaAl-Qur’an telah mengungkapkan cinta alamiah manusia terhadap dirinya sendiri, kecenderungan untuk menuntut segala sesuatu bermanfaat dan berguna bagi dirinya, dan menghindari dari segala sesuatu yang membahayakan keselamatan dirinya, melalui ucapan Nabi Muhammad SAW, bahwa seandainya beliau mengetahui hal-hal gaib tentu beliau akan memperbanyak hal-hal yang baik bagi dirinya dan menjauhi dirinya dari segala keburukan.yangmembahayakan keselamatan dirinya, melalui ucapan Nabi Muhammad SAW, bahwa seandainya beliau mengetahui hal-hal gaib tentu beliau akan memperbanyak hal-hal yang baik bagi dirinya dan menjauhi dirinya dari segala keburukan.

CINTA KEPADA SESAMA MANUSIA 

Agar manusia dapat hidup dengan keserasian dan keharmonisan dengan manusia lainnya tidak boleh tidak ia harus membatasi cintanya pada diri sendiri dan egoismenya. Hendaknya ia menyeimbangkan cintanya itu dengan cinta dan kasih sayang pada orang-orang lain, bekerja sama dengan memberi bantuan kepada orang lainbekerja sama dengan memberi bantuan kepada orang lain. Oleh karena itu, Alloh ketika memberi isyarat tentang kecintaan manusia pada dirinya sendiri, seperti yang tampak pada keluh kesahnya apabila ia tertimpa kesusahan dan usahanya yang terus menerus untuk memperoleh kebaikan serta kebakhilannya dalam memberikan sebagian karunia yang diperolehnya, setelah itu Allah langsung memberi pujian kepada orang-orang yang berusaha untuk tidak berlebih-lebihan dalam cintanya kepada diri sendiri dan melepaskan diri dari gejala-gejala itu adalah dengan melalui iman menegakan shalat, memberikan zakat, bersedekah kepada orang-orang miskin dan tak punya, dan menjauhi segala larangan Allah

CINTA SEKSUAL 

Cinta erat kaitannya dengan dorongan seksual sebab yang bekerja dalam melestarikan kasih sayang, keserasian, dan kerja sama antara suami dan istri, ia merupakan faktor yang primer bagi kelangsungan hidup keluarga. 

CINTA KEPADA ALLAH 

Kemesraan dapat menimbulkan daya kreativitas manusia. Dengan kemesraan orang dapat menciptakan berbagai bentu seni sesuai dengan kemampuan dan bakatnya. 

C. PEMUJAAN 

Pemujaan adalah salah satu manifestasi cinta manusia kepada Tuhannya yang diwujudkan dalam bentuk komunikasi ritual. Kecintaan manusia kepada Tuhan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia.Hal ini ialah karena pemujaan kepada Tuhan adalah inti , nilai dan makna kehidupan yang sebenarnya.

CINTA KEPADA RASUL 

Cinta kepada Rasul, yang diutus Allah sebagai rahmah bagi seluruh alam semesta,menduduki peringkat kedua setelah cinta kepada Allah. Ini karena Rasul merupakan ideal sempurna bagi manusia baik dalam tingkah laku, moral, maupun berbagai sifat luhur lainnya.

D. KASIH SAYANG 

Pengertian kasih sayang menurut kamus umum bahasa Indonesia karangan W.J.S.Porwadarminta adalah perasaan sayang, perasaan cinta atau perasaan suka kepada seseorang.Dalam kehidupan berumah tangga kasih sayang merupakan kunci kebahagiaan. Kasih sayang ini merupakan pertumbuhan dari cinta. Percintaan muda-mudi (pria-wanita) bila diakhiri dengan perkawinan, maka didalam rumah tangga keluarga muda itu bukan lagi bercinta-cintaan, tetapi sudah bersifat kasih mengasihi atau saling menumpahkan kasih sayangKasih sayang, dasar komunikasi dalam suatu keluarga. Komuniokasi antara anak dan orang tua pada prinsipnya anak terlahir dan terbentuk sebagai hasil curahan kasih sayang orang tuanya.

Orang tua dalam memberikan kasih sayangnya bermacam-macam demikian pula sebaliknya, dari cara pemberian cinta kasih ini dapat dibedakan:
  1.  Orang tua bersifat aktif, si anak bersifat pasif
  1. Orang tua bersifat pasif, si anak bersifat aktif
  1. Orang tua bersifat pasif, si anak bersifat pasif
  1. Orang tua bersifat aktif, si anak bersifat aktif
E. KEMESRAAN 

Kemesraan berasal dari kata dasar mesra, yang artinya perasaan simpati yang akrab.kemesraan ialah hubungan yang akrab baik antara pria dan wanita yang sedang dimabuk asmara maupun yang sudah berumah tangga. Kemesraan pada dasarnya merupakan perwujudan kasih sayang yang mendalam. Filusuf Rusia dalam bukunya makna kasih mengatakan “jika seorang pemuda jatuh cinta pada seorang gadis secara serius, ia terlempar keluar dari cinta diri, Ia mulai hidup untuk orang lain” Pernyataan ini dijabarkan secara indah oleh William Shakespeare dalam kisah “Romeo dan Juliet”, bila di Indonesia kisah” Roro Mendut dan Prono Citro” Yose Ortage Y. Gasset dalam novelnya “On Love” mengatakan, dikedalam sanubarinya seorang pencinta merasa dirinya bersatu tanpa syarat dengan obyek cintanya. Persatuan bersifat kebersamaan yang mendasar dan melibatkan seluruh eksistensinya”. Selanjutnya Yose mengatakan, bahwa si pencinta tidaklah kehilangan pribadinya dalam aliran enersi cinta tersebut.

F. CINTA KASIH EROTIS 

Cinta kasih kesaudaraan merupakan cinta kasih antara orang-orang yang sama-sama sebanding, sedangkan cinta kasih ibu merupakan cinta kasih terhadap orang-orang yang lemah tanpa daya. Walaupun terdapat perbedaan besar antara kedua jenis tersebut, Kedua-duanya mempunyai kesamaan bahwa pada hakekatnya cinta kasih tidak terbatas kepada seseorang saja. Berlawan dengan kedua jenis cinta kasih tersebut ialah cinta kasih erotis, yaitu kehausan akan penyatuan akan penyatuan yang sempurna, akan penyatuan dengan seseorang


Kesimpulan : dapat disimpulkan bahwa setiap manusia memiliki cinta dan  kasih ke sesama mahluk hidup , dengan adanya cinta dan kasih manusia dapat hidup damai , tentram dan akur satu sama lain dalam menjalani suatu kehidupan 



DAFTAR PUSTAKA 
http://id.wikipedia.org/wiki/Cinta
http://ocw.gunadarma.ac.id/course/economics/management-s1/ilmu-budaya-dasar/manusia-dan-cinta-kasih
http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/ilmu_budaya_dasar/bab4-manusia_dan_cinta_kasih.pdf





Tuesday, December 31, 2013

Lapisan Masyarakat


      A.  Lapisan Masyarakat (Stratifikasi Sosial)
    Secara etimologi stratifikasi sosial berasal dari dua kata yaitu stratifikasi dan sosial. Kata stratifikasi sosial berasal dari bahasa latin yaitu stratum(jamaknya: strata) yang berarti lapisan atau tingkat masyarakat. Senada dengan pengertian tersebut, Tesaurus Bahasa Indonesia juga mengartikan stratifikasi sebagai pelapisan atau penjenjangan. Sedangkan secara terminologi, stratifikasi sosial artinya pembedaan penduduk atau masyarakat ke dalam kelas-kelas secara bertingkat atas dasar kekuasaan, hak-hak istimewa dan prestise.Menurut Pitirim A. Sorokin, stratifikasi social adalah perbedaan penduduk atau masyarakat ke dalam lapisan-lapisan kelas secara bertingkat.

      Lapisan kelas dibagi menjadi tiga unsur :
1.      Kelas Atas
2.      Kelas Menengah
3.      Kelas Bawah
    B. Terjadinya Lapisan Masyarakat   
     Sistem lapisan masyarakat dapat terjadi dengan sendirinya dalam proses pertumbuhan masyarakat itu. Akan tetapi, ada pula yang dengan sengaja disusun untuk mengejar suatu tujuan bersama.

     Ada dua tipe penyebab terjadinya stratifikasi sosial:
  
       pertama, terjadi dengan sendirinya  
     seetratifikasi terjadi dengan sendirinya disebabkan oleh faktor-faktor yang dibawa sejak lahir, sebagai contoh: usia , jenis kelamin , keturunan dll

       kedua, terjadi secara  sengaja
     setratifikasi yang terjadi secara sengaja adalah dalam pembagian kekuasaan yang resmi dan formal , contoh : pemerintah,partai politik, dan kekuasaan

     Kriteria stretifikasi sosial

     Ukuran Kekayaan
     Semakin kaya seseorang termasuk ke dalam lapisan paling atas. dapat dilihat dari:  mobil,rumah,harta benda dsb
     Ukuran Kekuasaan  
     Seseorang yang memiliki wewenang terbesar maka termasuk kedalam lapisan paling atas ,   sebagai contoh : Presden, Gubernur,Pemerintah
      Ukuran Kehormatan
    Orang yang paling disegani dan di hormati maka termasuk kedalam lapisan paling  atas,biasanya mereka golongan tua maupun orang yang berjasa    

      Ukuran Ilmu Pengetahuan

    Orang yang memiliki derajat pendidikan yang tinggi termasuk kedalam lapisan paling atas sebagai contoh Lulusan S1 ,S2 , dan S3

    C. Sifat Lapisan Masyarakat
    1) Stratifikasi Sosial Tertutup (Closed Social Stratification)
S  Stratifikasi ini adalah stratifikasi dimana anggota dari setiap strata sulit mengadakan mobilitas     (perpindahan) dari satu lapisan ke lapisan sosial yang lain. Dalam sistem ini, satu-satunya kemungkinan untuk masuk pada status tinggi dan terhormat dalam masyarakat adalah karena kelahiran atau keturunan. Contoh:
      Sistem kasta di India. Kaum Sudra tidak bias pindah posisi naik di lapisan Brahmana.

    2)  Stratifikasi Sosial Terbuka (Opened Social Stratification)    
    Stratifikasi ini bersifat dinamis karena mobilitasnya sangat besar. Setiap anggota strata dapat bebas melakukan mobilitas sosial, baik vertical maupun horizontal. Setiap orang memiliki kesempatan berusaha untuk menaikkan, menurunkan, maupun menstabilkan statusnya. Contoh:
      Seorang miskin karena usahanya bias menjadi kaya, atau sebaliknya.

    D. UNSUR-UNSUR LAPISAN MASYARAKAT
    Unsur-unsur lapisan masyarakat dibedakan menjadi 2, yaitu :

     Kedudukan (Status) 
   Tempat atau posisi seseorang dalam suatu kelompok sosial. Kedudukan sendiri terbagi lagi menjadi yaitu:

      Ascribed Status
  Kedudukan seseorang dalam masyarakat tanpa memperhatikan perbedaan-perbedaan rohaniah dankemampuan. Ascribed status diperoleh karena kelahiran.
      Contoh : Kedudukan seorang anak bangsawan ialah bangsawan juga.

       Achieved Status
    Kedudukan yang dicapai oleh seseorang melalui usaha-usaha yang disengaja. Bersifat terbuka bagi siapa saja, tergantung dari kemampuan masing-masing dalam mencapai tujuannya.

B. Peranan (Role)
     Peranan seseorang dalam suatu kelompok sosial sesuai dengan hak dan kewajibannya.



     PELAPISAN MASYARAKAT DALAM LINGKUNGAN SEKITAR


   Pelapisan masayarakat yang terjadi di lingkungan saya, termasuk kedalam kriteriapelapisan masyarakat kekayaan dan kekuas aan . banyak di dekat rumah saya yaitu RT 02 RW 011 Taman malaka Utara , Pondok kelapa yang memiliki harta benda seperti rumah , mobil dsb cukuplah banyak dari mobil yang dimiliki satu sampai dengan dua , lalu rumah-rumah yang dimiliki juga termasuk besar dan luas. Kemudian dalam segi kekuasaan  di lingkungan saya dipimpin oleh RT atau (Rukun tetangga) , RT dilingkungan rumah saya sangatlah penting banyak informasi yang didapatkan dari RT dan peranan RT sangatlah besar dengan kekuasaan dan jabatan yang dipegangnya , di sekitar rumah saya RT sangat membantu sekali dalam mengatur KK (kepala keluarga ) di lngkungan saya baik dalam pembuatan izin rumah, pembuatan KTP dsb.

      sumber: http://ninaelfishy.blogspot.com/2012/12/lapisan-masyarakatstratifikasi-sosial.html

NAMA: ABDURRAHIM YUSUF

KELAS : 1IA20
NPM: 50413045



Saturday, December 28, 2013

Konflik Batin (Gelisah Dalam Menghadapi Ujian Nasional)

assalamualaikum hari ini saya ingin menceritakan tentang konflik batin yang penah saya alami semasa SMA dulu , ketika saya SMA saya mendapatkan jurusan IPS atau IPA ,dan pada akhirnya saya mengambil jurusan ilmu pengetahuan alam (IPA), menurut saya jurusan IPA yang saya ambil adalah jurusan yang baik dan tepat dikarenakan jika masuk  jurusan IPA maka pastinya prospek kerja mudah didapatkan , walaupun pada saat itu saya kurang memahami tentang pelajaran fisika, kimia, dan matematika. tapi saya tetap berfikir positif bahwa saya pati bisa menguasai mata pelajaran tersebut. singkat cerita  saya sudah kelas 3 SMA dimana pada kelas 3 tersebut adalah puncak dari wajib belajar 12 tahun , dimana jika ingin lulus SMA harus menghadapi ujian nasional (UN), dipikiran saya , saya pasti bisa meghadapi ujian nasional tersebut. beberapa bulan berlalu dan ketika pertengahan bulan diadakan ujian try out. mata ujian yang di try outkan adalah fisika,kimia,biologi,bahasa indonesia, bahasa inggris , dan matematika. pada saat itu saya masih gugup dan merasa grogi dalam menghadapi try out dikarenakan beberapa mata pelajaran yang diujikan belum saya kuasai secara maksimal , dan akhirnya hasil try out pun keluar dan hasilnya pun kurang baik. dengan melihat hasil try out tersebut akhirnya saya memutuskan untuk mengikuti bimbingan belajar (bimbel). selama saya mengikuti bimbel materi yang belum saya kuasai akhirnya dapat saya kuasai secara perlahan, tapi ketika try out selanjutnya dilaksanakan, saya mengalami rasa gelisah dan bingung tiba-tiba materi yang sudah diajarkan menghilang. dan pastinya hasil tryout saya pun jelek lagi. saya sempat berfikir "bagaimana nanti saya bisa menjawab soal ketika UN?" . lalu saya memutuskan untuk terus berlatih dan belajar tambahan di  bimbel. waktu terus berlalu tak terasa UN semakin dekat. rasa gelisah saya semakin terasa , ketika saya melihat berita banyak siswa/siswi yang tidak berhasil dalam menghadapi UN , orang tua saya pun memberikan support kepada saya dan memberikan cara untuk mengatasi rasa gelisah yang saya alami yaitu :

  • banyak berdoa dan beribadah kepada allah swt
  • berusaha dan berlatih terus menerus
  • selalu berfikir positif dan jauhkan fikiran negatif
  • berusaha untuk lebih tenang dalam mengerjakan soal 
  • pahami dan dimengerti tentang soal yang diujikan
  • membulatkan tekad bahwa kita pasti bisa lulus dengan hasil yang baik
  • meminta doa kepada orang tua 
saya pun menjadi lebih lega ketika orang tua saya memberikan support dan cara mengatasi gelisah yang saya alami .pada saat itu saya berusaha untuk tenang dan santay lalu saya melanjutkan untuk berlatih dan berlatih terus menerus. UN pun tiba saya sudah siap untuk menghadapi UN tersebut dan saya sudah cukup menguasai materi yang saya pelajari. hari pertama UN , alhamdullilah lancar. lalu hari kedua pun datang mata pelajaran yang diujikan adalah fisika bahasa inggris, dan kimia . dipikiran saya , saya pasti bisa  untuk menghadapi ujian nasional pada hari  tersebut . selesai ujian hari kedua saya sempat merasa sedikit kecewa karena ada materi yang saya kuasai tiba-tiba lupa karena gugup . tapi saya tetap berfikir positif. lalu hari ketiga   mata ujian matematika dan alhamdullilah saya lancar mengerjakan ujian tersebut. dan tak terasa sudah hari terakhir yaitu mata pelajaran biologi , ketika saya mengerjakan soal biologi rasa gelisah saya pun muncul dan itu sangat menggangu saya , sampai-sampai materi yang saya pelajari sedikit terlupakan . tetapi saya mengingat pesan dan cara yang diberikan orang tua saya . lalu saya pun berusaha utk tenang dan berdoa kepada allah swt , dan akhirnya saya bisa mengerjakan ujian tersebut walaupun ada rasa ragu "bagaimana hasil dari ujian nasional saya ??" tapi sekali lagi saya terus berdoa dan berfikir positif bahwa saya pasti bisa LULUS dengan hasil baik dan pada mata pelajaran matematika , fisika ,biologi dan kimia mendapatkan hasil yang baik , tak terasa akhirnya ujian nasional diumumkan saya pun kaget dan bersyukur kepada allah swt saya LULUS ujian nasional , tapi saya sedikit kecewa pada mata pelajaran kimia fisika matematika dan biologi yang kurang bagus nilainya tetapi saya tetap bersyukur karena saya lulus ujian nasional dan rasa gelisah yang saya alami pun berlangsung hilang . 

NAMA : ABDURRAHIM YUSUF
KELAS: 1IA20
NPM : 50413045

TUGAS ISD 3 KONFLIK BATIN 

Link Gunadarma

http://www.gunadarma.ac.id/